Oreki Houtarou, seorang murid SMA jenius yang bisa dikatakan pemalas. Di sekolahnya tersebut Oreki dimintai tolong oleh kakaknya Oreki Tomoe untuk masuk salah satu ekskul di sekolahnya, yaitu ekskul sastra klasik (Kotenbu). Alasannya karena Tomoe mendengar bahwa ekskul Kotenbu tersebut kekurangan anggota dan terancam ditutup. Houtarou akhirnya bergabung bersama teman baiknya Fukube Satoshi. Selain mereka ada juga Chitanda Eru, cewek yang memiliki alasan pribadi untuk mengikuti ekskul Kotenbu. Setelah 1 bulan ekskul Kotenbu mendapat anggota tambahan yaitu Ibara Mayaka, cewek yang ikut Kotenbu agar bisa dekat dengan Satoshi.
Menonton anime ini sangat menarik bagi diri gw pribadi. Terutama karena anime ini berlatar kehidupan SMA yang membuat gw jadi nostalgia kehidupan SMA gw dulu. Cerita anime ini ringan dan semua yang terjadi masih masuk diakal sehat gw. Tapi dari semuanya yang membuat gw suka anime ini karena ceritanya yang bisa dikatakan ANTI-MAINSTREAM. Dalam anime ini kita akan disuguhkan mengenai ekskul Kotenbu yang akan memecahkan sebuah misteri. Berbekal kepintaran Houtarou dan bantuan dari anggota Kotenbu lainnya mereka dapat memecahkan segala misteri yang ada.
Terdengar biasa dan klasik ? Tunggu sampai kalian melihat misteri yang akan mereka pecahkan. Misteri yang hadir bukanlah misteri pembunuhan seperti dalam anime detektif, melainkan hanya misteri remeh yang terkadang tidak terlalu penting untuk diselesaikan. Namun, ada beberapa misteri yang cukup membuat penasaran dan tidak terlalu remeh juga. Salah satu misteri yang dipecahkan adalah misteri pintu ruang ekskul yang terkunci. Misteri tersebut hadir saat pertama kali Houtarou bertemu dengan Eru. Masih banyak misteri lain yang akan mereka pecahkan bersama. Misteri ringan yang ternyata cukup menarik untuk ditelusuri.
Karakter dalam anime ini juga mempunyai nilai lebih tersendiri. Oreki Houtarou anak SMA yang jenius namun tidak memiliki kemauan dalam melakukan sesuatu. Hal tersebut terlihat dari moto hidupnya "Jika kau tidak ingin melakukannya, tidak usah dilakukan. Jika kau ingin melakukannya, lakukan dengan cepat". Kemudian Chitanda Eru, perempuan yang memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi. Jika sudah penasaran akan suatu hal dia akan memaksa Houtarou untuk memberinya jawaban. Terakhir ada Fukube Satoshi dan Ibara Mayaka, Satoshi yang menjuluki dirinya adalah Data Base karena memiliki banyak informasi dan Mayaka yang selalu bersikap jutek dan cuek terhadap Houtarou.
Anime ini sangat ringan untuk ditonton. Ceritanya pun fresh dan terasa baru jika kita menontonnya. Houtarou sudah mewakilkan hal tersebut. Memiliki kejeniusan tidak membuatnya mempunyai pemikiran yang aneh-aneh. Dia hanya ingin hidup dengan prinsip kemalasan yang dimilikinya. Bertemu dengan Eru yang meledak-ledak dan haus akan rasa penasaran, membuat Houtarou yang tak jarang dengan terpaksa harus membantunya. Misteri yang ada pun kebanyakan ringan dan tidak terlalu serius. Houtarou menunjukkan bahwa kejeniusan bisa ditunjukkan dengan cara yang lain. Cara yang terlihat sepele untuk memecahkan masalah yang sepele juga.



0 komentar:
Posting Komentar